7 Jenis Kopi Arabika Yang Tidak Asam Aman Untuk Lambung


Kamu nggak berani minum kopi karena memiliki gangguan lambung ? Enggak perlu khawatir, bagi beberapa orang yang memiliki masalah dengan kondisi asam lambung, minum kopi adalah salah satu aktivitas yang umumnya dihindari. Meski sudah mengetahui kafein yang terkandung di dalam kopi dapat memicu munculnya asam lambung, pada beberapa kasus beberapa orang tidak bisa meninggalkan kebiasaan minum kopi. Lantas, adakah kopi yang aman untuk lambung? 

Mungkin Kopi Arabika adalah jenis kopi yang cocok untuk para pecinta kopi yang memiliki gangguan lambung.  Kopi Arabika memiliki tingkat keasaman yang lebih rendah dibanding pesaingnya yaitu Kopi Robusta. Kopi Arabika sendiri memiliki beragam jenis yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Kondisi tanah, cuaca, cara penanaman yang berbeda ini membuat cita rasa dan keasamannya berbeda pula. Berikut ini beberapa jenis kopi Arabika yang tidak asam aman untuk lambung sehingga cocok untuk pecinta kopi pemula dan yang bermasalah dengan lambung:

  • Kopi Aceh, Gayo 

Kopi Aceh Gayo yang berjenis arabika ini banyak tumbuh di dataran tinggi Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah dan Gayo Lues. Kopi ini termasuk populer bahkan di kancah internasional. Pecinta kopi pemula akan menyukai kopi ini karena tidak terlalu asam serta kaya akan rasa seperti cokelat dan karamel. Rasanya memang kuat namun kadar keasamannya rendah dan tidak pahit. berdasarkan review internasional, kopi Gayo memiliki rasa yang unik dibandingkan jenis kopi arabika yang ada. Di samping dikenal dengan rasanya yang unik, enak, dan tidak terlalu pahit, baunya pun wangi. Kesempurnaan rasa dan aromanya itulah yang membuat kopi Gayo menjadi salah satu kopi terbaik dan termahal di dunia.

Dengan Metode pemrosesan biji dengan cara dry prosess membuatnya memiliki rasa manis. Kopi gayo menjadi jenis kopi Arabika yang tidak asam dan aman bagi lambung.

  • Kopi Toraja, Sulawesi Selatan

Toraja adalah daerah pegunungan di Sulawesi, tempat dimana tumbuhnya kopi tersebut. Kopi Toraja juga sering disebut sebagai “Queen Of Coffee” karena memiliki taste yang seimbang dan unik  dengan tingkat keasaman yang rendah, halus, lembut, serta cita rasa yang floral dan fruity. Sensasi rasa kopinya kuat, menembus lidah. Juga ada rasa kecut. Pahitnya muncul di ujung lidah tak lama setelah di minum.

Kopi asal Tana Toraja ini juga sangat tersohor kenikmatannya. Rasa identik dari kopi ini ialah kecokelatan, tembakau, atau caramel. Dari segi keasaman dan body menurutnya medium, cocok bagi semua kalangan yang tidak suka terlalu asam atau terlalu pahit.

  • Kopi Jawa, Gold Arabika

Jenis kopi Arabika yang tidak asam salah satunya adalah Kopi Jawa atau Gold Arabica. Kopi ini cocok untuk pecinta kopi namun memiliki masalah dengan lambung. Pemrosesan kopi dengan cara basah, kelembapan tanah, suhu udara dan kelembapan tanah membuat tingkat keasaman kopi Jawa ini tidak tinggi bahkan tergolong tidak asam.

Metode giling basah dalam pemrosesan Kopi Jawa juga membuat cita rasanya tidak setajam kopi Sumatera atau Sulawesi. Namun rasa dan aroma rempahnya lebih unggul dan cocok untuk yang bermasalah dengan lambung.

  • Kopi Malabar, Jawa barat 

Kopi yang berasal dari perkebunan kopi Malabar ini dikenal dengan nama “Kopi Java Preanger”, baik di Indonesia maupun di dunia. Kopi Malabar atau Java Preanger, berjenis kopi arabika ini memiliki karakteristik rasa kekentalan dan keasaman medium ke atas, rasa dominan cokelat dengan rasa akhir rempah, bahkan terkadang ada rasa nangka. Itu di pengaruhi juga dari proses Panen nya Kalau lihat petani di kebunnya pasca panen, itu sangat rapi terstruktur prosesnya jadi taste-nya lebih bagus dan beragam. Ada natural process, semi wash sampai full wash process,

  • Kopi Wamena , Papua 

Kopi ini tumbuh di lembah Baliem pegunungan Jayawijaya Wamena tanpa menggunakan pupuk kimia. Kopi yang dikenal sebagai kopi organik  ini memiliki aroma dan cita rasa yang khas dibandingkan dengan cita rasa kopi Arabika yang lain. Tingkat keasaman Kopi Wamena tergolong sedang dan memiliki sensasi floral. Kopi Wamena terkenal dengan rasa yang balance dan smooth, cocok untuk yang tidak menyukai kopi dengan keasaman yang tinggi. Teksturnya ringan, minim ampas, harum serta tidak meninggalkan rasa asam pada lidah setelah meminumnya atau aftertaste. Sehingga tidak hanya aman untuk lambung, penikmat kopi juga sebentar saja merasakan keasaman kopi Wamena yang di lidah pun rasa pahit segera hilang.

  • Kopi Flores, Banjawa

Kopi Bajawa dari Flores ditanam di ketinggian 1.000-1.550 meter di atas permukaan laut (mdpl) di perkebunan yang berada di Kabupaten Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).Dibudidayakan dengan praktek pertanian organik dan didukung oleh iklim mikro yang bagus membuat Kopi Arabika Flores Bajawa memiliki cita rasa yang khas dan unik, yaitu aroma kuat bernuansa bunga, keasaman sedang, kekentalan sedang sampai kuat, dan nuansa rasa manis yang kuat,memiliki ciri khas rasa  nutty atau kacang-kacangan serta karamel. Teksturnya kental dengan sensasi sedikit asam tapi masih aman di lambung.

  • Kopi Java Ijen Raung

Kopi arabika java ijen Raung khas Bondowoso merupakan kopi yang sangat nikmat dan unik. Dimana salah satu kopi ini memiliki cita rasa asam jawa dengan perpaduan pedas tak terasa. Pahit dari biji kopi pun tidak terasa pekat, bahkan aromanya sangat khas sekali dengan bau bunga hutan. Maka dari itu kopi Java Ijen Raung mendapat sertifikat Indikasi Geografis (IG) dari kementerian hukum dan HAM. Yang membuat kopi ini semakin digemari oleh pecinta kopi Indonesia.

Jika dibandingkan dengan kopi arabika lainnya, kopi khas Bondowoso ini terbilang kopi Arabika yang lebih ringan dengan tingkat keasaman rendah. Sehingga rasa asam yang dihadirkan pun sangat eksotis .

Cita rasa yang dimiliki pun sangat unik, yaitu memiliki rasa kacang-kacangan dan sedikit berasa seperti coklat jika dicicipi. Aroma yang khas pun akan terasa saat diseduh pertama kali.Kopi java ijen raung ini memiliki tekstur yang lembut sehingga terkesan manis dalam penyajiannya.

Itulah jenis Kopi Arabika yang tidak Asam aman untuk lambung. Jika masih dirasa kembung, dapat pula menambahkan gula, susu atau madu sebagai pelengkap dan penetralisir di dalam lambung. Bagi penikmat kopi pemula, kopi-kopi jenis tersebut sangat dianjurkan untuk dicoba selain karena cita rasanya yang unik dan kaya akan rasa lain, juga tidak asam sehingga dapat menyesuaikan dengan lambung yang masih belum terbiasa dengan asam kopi yang tinggi.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *