5 Dampak yang Bisa Muncul Bagi Penderita Anemia

Anemia adalah suatu kondisi dimana tubuh manusia tidak memiliki cukup sel darah merah yang sehat untuk mengedarkan oksigen ke dalam tubuh. Anemia bisa bersifat sementara atau jangka panjang (kronis). Biasanya anemia muncul dengan gejala ringan tetapi anemia bisa menjadi parah dan mengancam nyawa jika tidak cepat di tangani dan di obati.

Berbagai kondisi kesehatan dapat menyebabkan penurunan kadar sel darah merah. Ada banyak jenis anemia, dan tidak ada penyebab tunggal. Dalam beberapa kasus, mungkin sulit untuk menentukan penyebab anemia. Yang perlu diperhatikan adalah dampak dari anemia yang bisa berakibat fatal.

Dampak Dari Anemia

Tubuh manusia menghasilkan tiga jenis sel darah, yaitu sel darah putih yang melawan infeksi, trombosit yang digunakan dalam proses pembekuan darah, dan sel darah merah yang membuat oksigen beredar di dalam tubuh.

Sebagian besar sel darah (termasuk sel darah merah) diproduksi di jaringan lunak spons di rongga sumsum tulang. Untuk memproduksi hemoglobin dan sel darah merah, tubuh membutuhkan zat besi, vitamin B12, asam folat, dan nutrisi lain dari makanan yang dikonsumsi.

Anemia biasanya ditandai dengan kondisi badan lemas, mengantuk, pusing, pandangan kunang-kunang, dan pucat. Jika tidak segera ditangani, anemia akan menjadi masalah kesehatan yang berakibat fatal dalam jangka panjang, seperti penjelasannya berikut ini:

1. Penurunan Kecerdasan Dan Kinerja Otak

Anak-anak dengan anemia kronis lebih cenderung memiliki IQ yang lebih rendah. Untuk orang dewasa yang bekerja, anemia dapat menyebabkan kantuk dan kesulitan berkonsentrasi. Hal ini menyebabkan kinerja menjadi sangat berkurang.

2. Gangguan Kesehatan Reproduksi

Pada wanita remaja dan dewasa, anemia dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang pada kesehatan reproduksi. Wanita dengan anemia cenderung mengalami komplikasi setelah kehamilan dan persalinan. Keguguran, persalinan prematur, berat bayi lahir cenderung rendah dan pendarahan pasca persalinan merupakan komplikasi yang akan dihadapi.

3. Terhambatnya Pertumbuhan

Terutama anak-anak yang menderita anemia rentan terhadap gangguan tumbuh kembang. Terutama pada anemia karena kekurangan zat besi. Perlu diketahui bahwa zat besi penting untuk mendukung pertumbuhan sel anak. Anak yang mengalami kondisi ini tidak akan merasakan penambahan berat badan dan kehilangan nafsu makan.

4. Gagal Jantung

Gagal jantung merupakan salah satu akibat fatal dari anemia. Keadaan ini menyebabkan fungsi jantung yang buruk dan sulit untuk memenuhi kebutuhan oksigen seluruh tubuh manusia. Jika kondisi ini berlanjut dalam waktu yang lama, jantung akan kehilangan kemampuannya untuk berkontraksi secara normal dan akan terjadi gagal jantung.

5. Melahirkan Anak Anemia

Bayi itu mungkin tidak lahir dengan anemia. Akan tetapi, bayi dari ibu yang menderita anemia dapat mengalami anemia saat mereka berusia 4 hingga 6 bulan. Hal ini menyebabkan perkembangan anak yang kurang baik, termasuk pertumbuhan di bagian otak. Hal tersebut dapat menurunkan IQ anak menjadi 10-12 poin.

Karenanya, menghindari anemia sebelum kehamilan memiliki banyak manfaat. Seperti meningkatkan produktivitas, menurunkan kelahiran bayi dengan berat badan rendah, serta mengurangi risiko pendarahan dan kematian ibu melahirkan.

Selain selalu menjaga asupan pangan hewani, salah satu cara menjaga kecukupan asupan zat besi adalah megonsumsi tablet penambah darah dan multivitamin yang disarankan oleh dokter. 

Ketika mengonsumsinya, kamu tak perlu khawatir akan memiliki zat besi berlebih dalam tubuh karena tubuh kita memiliki cara sendiri untuk menyesuaikannya. 

Segera konsultasikan dengan ahli medis jika anda memiliki gejala anemia, penanganan dini akan memperkecil resiko dampak anemia dan anemia dapat segera disembuhkan. Keep Healthy and Stay Safe

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *