Beberapa Faktor Yang Dapat Menjadi Penyebab Dematitis Seboroik

Dermatitis seboroik merupakan penyakit kulit yang biasanya terjadi di kulit kepala, disertai gejala kulit bersisik atau merah, disertai ketombe yang berkepanjangan. Selain kepala, penyakit ini juga dapat menyerang area tubuh yang berminyak, seperti wajah, sisi hidung, alis, telinga, kelopak mata, dan dada. Jika terjadi pada bayi, maka kerak dan sisik di kulit kepala bisa terlihat dengan jelas.

Penyakit ini bukanlah penyakit menular, namun penyebabnya hingga saat ini belum dapat ditentukan. Dermatitis seboroik dapat disebabkan oleh jamur, yang dapat hilang tanpa pengobatan atau memerlukan perawatan berulang untuk sembuh total. Oleh karena itu, perlu dipahami beberapa faktor resiko penyakit untuk mencegahnya.

Faktanya adalah dermatitis seboroik terjadi karena berbagai faktor. Hal ini membuat orang rentan mengalami masalah peradangan kulit tersebut. Selain itu, orang dengan sistem kekebalan yang lemah juga berisiko lebih tinggi. Nah, berikut beberapa faktor risiko yang perlu dipahami :

1. Jamur Malassezia 

Faktor risiko pertama untuk dermatitis seboroik mungkin adalah infeksi jamur tipe Malassezia. Organisme jamur ini biasanya hidup di kulit dan menyebabkan peradangan atau iritasi yang tidak normal. Jamur ini menyerang lapisan luar kulit dan melepaskan enzim yang mengarah pada pembentukan asam lemak bebas. Setelah itu, asam lemak bisa memicu proses inflamasi yang bereaksi dengan trigliserida yang diproduksi oleh kelenjar penghasil minyak di kulit.

2. Usia Dan Jenis Kelamin 

Selain jamur, faktor lain yang dapat mempengaruhi terjadinya dermatitis seboroik adalah usia dan jenis kelamin seseorang. Penyakit ini sedikit lebih sering terjadi pada pria dibandingkan pada wanita yang dipengaruhi oleh hormon seks (seperti androgen). Penyakit ini juga lebih rentan pada dua kelompok umur yaitu bayi usia tiga bulan atau kurang dan orang dewasa antara 30 dan 60 tahun.

3. Gaya Hidup 

Dermatitis seboroik juga dapat terjadi karena gaya hidup seseorang. Beberapa faktor dapat dikontrol, beberapa tidak. Contoh faktor yang sulit dikendalikan adalah hidup di iklim yang dingin dan kering. Kemudian, faktor yang bisa disesuaikan adalah stres emosional dan seringnya kurang tidur.

4. Gangguan Medis 

Memang benar penyakit ini lebih sering terjadi pada orang sehat, namun beberapa orang dengan penyakit tertentu rentan mengalaminya. Beberapa kondisi medis yang dapat menyebabkan gejala yang lebih parah antara lain :

Penyakit Parkinson

HIV / AIDS

Baru sembuh dari stroke atau serangan jantung

Pankreatitis alkoholik kronis

Virus hepatitis C

Mengalami sindrom Down

Penyakit mental tertentu, seperti depresi atau gangguan makan

Sekarang anda sudah mengetahui beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan dermatitis seboroik terjadi. Ada baiknya untuk menghindari atau mengurangi risiko tersebut agar peradangan pada kulit kepala dapat dihindari. Selain itu, pastikan juga untuk selalu menjaga kebersihan kepala dengan menggunakan sampo secara rutin.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *