4 Dampak Buruk Jika Terus Berlarut Dalam Kesepian

Menurut banyak penelitian, obesitas merupakan hal yang paling berbahaya bagi manusia. Namun ternyata ada hal yang lebih berbahaya dari pada obesitas, yaitu kesepian dan isolasi sosial.

Meski terdapat perbedaan yang signifikan di antara keduanya, orang biasanya menganggap bahwa kesepian dan isolasi sosial itu sama. Isolasi sosial diartikan sebagai kurangnya kontak dengan orang lain, tetapi tidak berarti ia merasa sedih karena keadaan tersebut. Pada saat yang sama, kesepian adalah saat seseorang secara emosional terputus dari orang lain. Bahkan dengan orang lain, seseorang mungkin masih merasa kesepian.

Orang yang kesepian biasanya merindukan keberadaan orang yang dengan tulus menyayangi mereka. Kesepian bisa menjadi begitu kuat sehingga membuat mereka merasa sakit. Mereka cenderung merasa hampa dan berpikir bahwa tidak ada yang peduli dengan mereka.
Terlalu banyak hal yang membuat orang merasa kesepian. Beberapa orang dikucilkan dari kegiatan sosial karena perbedaan penampilan atau konsep kehidupan. Beberapa orang merasa kesepian karena berada di lingkungan kerja atau belajar yang baru, sehingga harus meninggalkan kerabat di tempat asalnya. Yang terburuk adalah mereka yang baru saja ditinggalkan oleh orang yang mereka cintai, entah itu kematian anggota keluarga atau hanya putus dengan pasangan. Kesepian ini bisa berlangsung selama bertahun-tahun.

Menurut penelitian University of Pittsburgh Medical Center, Bruce Rubin menjelaskan bahwa orang yang merasa kesepian lebih banyak mengalami masalah kesehatan fisik atau psikologis dibandingkan mereka yang tidak merasa kesepian dan sering berinteraksi dengan orang lain. Nah, inilah efek negatif kesepian bagi kesehatan.

Penyakit jantung

Menurut studi yang dilakukan di Harvard pada tahun 2012, orang dewasa yang merasa kesepian memiliki risiko 24% meninggal akibat penyakit jantung. Interaksi sosial yang jarang terjadi membuatnya sangat stres. Keadaan ini meningkatkan risiko penyakit jantung. Kolesterol juga menumpuk di hati akibat hormon yang dipicu oleh stres. Apalagi mereka seringkali pasif, tidak tertarik dengan olahraga, dan risiko serangan jantung akan semakin merepotkan.

Frustrasi atau Depresi

Rasa sepi yang dirasakan setiap hari bisa membuat orang merasa sedih. Jika kesedihan seperti ini terus berlanjut, stres bisa menyebabkan depresi. Kesepian memicu aktivasi hormon otak terkait stres, seperti kortisol. Cara yang baik untuk mengatasi depresi adalah dengan berinteraksi secara aktif dengan orang lain.

Sistem kekebalan menurun

Penelitian yang dilakukan oleh Ohio State University pada 2013 menunjukkan bahwa orang yang kesepian cenderung memiliki sistem kekebalan yang lebih lemah. Akibatnya, sistem kekebalan tubuh tidak dapat melawan patogen dengan baik saat sedang stres. Mereka akan lebih mungkin mengembangkan peradangan yang berhubungan dengan penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes tipe 2, arthritis dan penyakit Alzheimer.

Meningkatkan resiko kematian

Kesepian jangka panjang berbahaya bagi kesehatan dan bahkan dapat mempercepat kematian. Hal ini disebabkan adanya penurunan daya tahan tubuh dan serangan jantung, sehingga bukan tidak mungkin kondisi Anda akan terus menurun. Berbagai penelitian pun telah membuktikan hal ini, dan hasilnya menunjukkan bahwa risiko kematian akan meningkat hingga 30%.

Pada dasarnya pikiran negatif yang menyebabkan kesepian bukanlah fakta, melainkan persepsi. Oleh karena itu, cara yang tepat untuk mengatasinya adalah dengan mencoba mengenali pikiran negatif dan memeriksa fakta.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *