Apa itu Penyakit Mental Psikosis ? Gejala dan Penyebabnya

Apa penyakit mental Psikosis itu ?

Psikosis adalah istilah medis yang mengacu pada keadaan mental yang terganggu oleh delusi atau halusinasi. Kondisi ini tergolong masalah mental yang serius.

Ketika orang yang sakit mental mengalami delusi, bahkan jika keyakinannya tidak sesuai dengan fakta dan terbukti salah, dia memiliki pendapat atau keyakinan yang kuat tentang sesuatu. Pada saat yang sama, halusinasi adalah persepsi peristiwa yang kuat, yang dapat dilihat, didengar atau dicicipi (penciuman atau sentuhan), tetapi sebenarnya tidak ada.

Misalnya, bahkan jika tidak ada orang lain yang mendengar jeritan, seseorang dengan Psikosis di kerumunan akan memiliki ilusi mendengar seseorang menjerit. Atau, bahkan jika tidak ada orang di sekitar, bahkan seperti melihat orang lain berdiri di depannya.

Penyakit Psikosis adalah suatu kondisi atau gejala, bukan penyakit. Penyakit mental atau fisik, penggunaan obat-obatan tertentu, atau stres berat dapat menyebabkan kondisi ini. Tanda dan gejala yang muncul tiba-tiba biasanya tidak muncul. Gejala akan muncul secara bertahap.

Selain delusi dan halusinasi, gejala lain dapat terjadi, termasuk ucapan dan perilaku yang tidak masuk akal dan tidak pantas.

Seberapa umum penyakit Psikosis ?

Psikosis merupakan penyakit yang biasanya menyebabkan banyak penyakit mental, antara lain skizofrenia, depresi, dan gangguan bipolar. Oleh karena itu, kondisi ini merupakan gejala yang sangat umum terjadi pada situasi berikut:

  • Kebanyakan penderita skizofrenia
  • Beberapa orang dengan depresi bipolar (depresi manik) atau depresi berat
  • Beberapa gangguan kepribadian lainnya

Apa saja gejala dan tanda penyakit Psikosis ?

Penyakit Psikosis merupakan penyakit yang tidak secara langsung menimbulkan tanda dan gejala. Biasanya kondisi ini akan semakin parah seiring berjalannya waktu, apalagi jika anda tidak segera mendapatkan penanganan khusus.

Tanda dan gejala yang perlu Anda waspadai dari penyakit ini adalah :

1. Gejala sebelum timbulnya penyakit mental

Sebelum pasien benar-benar mengembangkan penyakit mental, pasien mulai merasakan beberapa perubahan, terutama dalam cara berpikir dan memahami dunia. Anda atau anggota keluarga mungkin melihat perubahan berikut :

  • Menurunnya performa di tempat kerja dan menurunnya nilai dari tugas sekolah atau kelas
  • Kesulitan berkonsentrasi atau berpikir jernih
  • Merasa curiga dan kesal pada orang lain
  • Kurangnya kebersihan pribadi
  • Habiskan lebih banyak waktu untuk menyendiri dari biasanya
  • Emosi terlalu kuat
  • Terkadang tidak ada emosi

2. Gejala awal psikosis

Ketika seorang pasien mulai memasuki tahap awal psikosis, tanda dan gejala yang mungkin muncul antara lain :

  • Dengarkan, lihat, atau rasakan apa yang tidak dimiliki orang lain
  • Percaya atau pikirkan tentang sesuatu, tidak peduli apa yang orang lain katakan
  • Mundur dari keluarga dan teman
  • Tidak lagi menjaga atau menjaga diri sendiri
  • Kehilangan kemampuan untuk berpikir jernih atau fokus pada sesuatu

3. Gejala psikosis paroksismal

Ketika kondisi memburuk dan serangan berulang terus menerus terjadi, penderita akan merasakan beberapa gejala, seperti :

  • Halusinasi

Seringkali, pasien mengalami halusinasi, yang merupakan suara yang seharusnya tidak didengar.

Ada juga halusinasi taktil, yang menghasilkan sensasi atau sentuhan aneh yang sulit dijelaskan. Jenis halusinasi lainnya adalah penglihatan, ketika pasien melihat sesuatu atau seseorang tidak ada.

  • Khayalan / Delusi

Orang yang mengalami halusinasi memiliki keyakinan yang kuat atau keyakinan yang tidak masuk akal yang tidak dapat dibuktikan dengan fakta.

Beberapa contoh adalah pasien yang percaya bahwa paksaan dari luar akan memengaruhi perilaku dan perasaan mereka, atau bahwa setiap orang akan menyakiti mereka. Jenis delusi ini disebut delusi paranoid.

Ada juga sebagian orang yang percaya bahwa dia memiliki kesaktian. Faktanya, beberapa orang mengira dia adalah Tuhan. Kondisi ini termasuk dalam delusi besar.

Mungkin ada gejala dan tanda lain yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda ragu dengan gejala penyakit ini, silakan segera berkonsultasi dengan dokter.

Apa penyebab penyakit mental ?

Penyakit mental adalah penyakit yang mempengaruhi kemampuan otak untuk memproses informasi. Situasi ini dapat mengubah persepsi sensorik, kemampuan manajemen, dan kemampuan untuk mengungkapkan informasi yang diperoleh dan dimiliki.

Meski penyebab pasti penyakit mental belum diketahui, namun masih banyak gangguan kesehatan dan kebiasaan yang erat kaitannya dengan munculnya kondisi ini. Beberapa di antaranya merupakan kombinasi faktor sosial, genetik, psikologis, medis dan fisik.

1. Obat-obatan

Obat-obatan seperti penyakit Parkinson dan kejang, obat-obatan seperti steroid dan kemoterapi, dan obat-obatan terlarang (seperti LSD, kokain, alkohol, amfetamin, mariyuana, PCD) juga dapat menyebabkan gangguan mental, yang dapat menyebabkan penyakit mental.

2. Trauma

Peristiwa traumatis seperti kehilangan orang yang dicintai, pelecehan seksual, atau menjadi korban perang dapat memicu penyakit mental. Jenis trauma dan usia saat trauma juga penting.

3. Cedera dan penyakit tertentu

Jika otak pasien terluka (seperti kecelakaan), dapat menyebabkan penyakit mental. Penyakit mental juga bisa menjadi gejala penyakit tertentu, seperti pada orang dengan human immunodeficiency virus (HIV), penyakit Parkinson, penyakit Alzheimer, penyakit Huntington, malaria, stroke, tumor otak, dan kejang.

4. Menderita penyakit mental

Kondisi ini juga dapat bermanifestasi sebagai gejala penyakit mental, seperti :

  • Skizofrenia
  • Gangguan schizoafektif
  • Psikosis sementara
  • Gangguan delusi
  • Gangguan bipolar
  • Penyakit mental pascapartum (pascapartum)

Jika anda atau anggota keluarga anda akan melukai diri sendiri atau orang lain karena penyakit yang telah disebutkan diatas, maka anda harus segera mengirimnya ke rumah sakit untuk mencegah hal yang lebih buruk terjadi, dan segera konsultasikan ke dokter spesialis jika anda atau keluarga anda memiliki ciri ciri yang disebutkan diatas. Sejatinya mencegah lebih baik daripada mengobati.

Setiap tubuh penderita memiliki tanda dan gejala yang berbeda. Untuk mendapatkan pengobatan yang paling tepat, segera dapatkan pertolongan medis dan segera konsultasikan kepada dokter.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *