Diet Cepat atau Diet Sehat. Mana yang lebih Baik ?

Biasanya diet adalah untuk menjaga berat badan, agar tidak kegemukan. Ada juga berbagai metode yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Inilah sebabnya mengapa setiap orang memiliki kebiasaan makan yang berbeda. Beberapa orangĀ  meningkatkan prosi olahraga, membatasi jumlah asupan tertentu, dan makan makanan khusus.

Jika diet diartikan, diet adalah aktivitas yang mengatur jenis dan jumlah makanan untuk mempertahankan atau mencapai berat badan tertentu. Cara makannya mungkin juga berbeda, karena sebagian orang suka Diet cepat dan sebagian lagi suka Diet sehat. Perbedaannya, diet cepat lebih mengutamakan hasil, bukan efek diet yang digunakan. Pada saat yang sama, Diet yang sehat akan mengutamakan kesehatan, sekalipun efek dari pola Diet tersebut cenderung lambat. Untuk lebih pasti, yuk cari perbedaan antara Diet cepat dan Diet sehat di bawah ini:

Diet cepat atau Diet sehat ?

Jawabannya adalah Diet sehat. Pasalnya, efek dari Diet sehat seringkali tidak berlangsung lama dan membuat Anda berisiko mengalami gangguan kesehatan, seperti kelelahan, kurang gizi, berat badan cepat naik, kerusakan jaringan otot, dan masalah kesehatan lainnya. Lantas, bagaimana cara makan yang sehat ?

Pola makan yang sehat tidak hanya bisa menurunkan berat badan, tapi juga mencegah malnutrisi dan melindungi diri dari risiko obesitas, penyakit jantung, diabetes, kanker, dan stroke. Saat Anda memutuskan untuk diet, Anda harus mempertimbangkan lebih banyak faktor kesehatan daripada durasi penurunan berat badan. Diet sehat mungkin lebih lama dari diet cepat, namun dalam jangka panjang akan menjaga berat badan. Selain itu, mengikuti kebiasaan makan yang sehat juga bisa mendapatkan manfaat kesehatan lainnya.

Bagaimana cara makan yang sehat

Ini mungkin pertanyaan umum, bagaimana cara mempertahankan kebiasaan makan yang sehat untuk waktu yang lama ?

1. Makan lebih banyak sayur dan buah

Ini adalah salah satu diet sehat terpenting. Sayuran dan buah-buahan kaya nutrisi (antioksidan, vitamin, mineral, dan serat), yang membuat Anda kenyang dan membantu menjaga berat badan yang sehat.

2. Makan gandum utuh

Sangat disarankan untuk menggunakan makanan biji-bijian, termasuk roti dan biskuit gandum, beras merah, quinoa, oatmeal dan barley. Makanan dari biji-bijian utuh mengandung serat, protein, dan vitamin B, yang dapat membantu Anda tetap sehat dan merasa kenyang lebih lama.

3. Makan makanan berprotein

Makanan berprotein meliputi kacang-kacangan, biji-bijian, tahu, minuman kedelai, ikan, kerang, telur, unggas, daging merah tanpa lemak, susu rendah lemak, yogurt rendah lemak, kefir rendah lemak, keju rendah lemak dan natrium.

4. Batasi makanan olahan

Makanan olahan tinggi mengacu pada makanan yang diproses dari sumber makanan asli dan mengandung banyak zat tambahan. Selama pemrosesan, nutrisi penting seperti vitamin, mineral dan serat biasanya dihilangkan, sementara garam dan gula ditambahkan.

5. Gunakan air sebagai minuman utama

Air tidak hanya tidak meningkatkan kalori makanan, tetapi juga dapat menjaga kesehatan dan meningkatkan kelembapan. Minuman manis (termasuk minuman energi, jus buah, dan kopi beraroma) mengandung banyak gula dan memiliki sedikit nilai gizi.

6. Hindari menggunakan jus buah kemasan, meskipun jusnya 100%

Meski jus buah memiliki beberapa manfaat buah (vitamin, mineral), ia memiliki lebih banyak gula dan lebih sedikit serat daripada buah. Jangan minum jus buah, untuk menganti Buah-buahan.

7. Aktif Bergerak

Anda juga perlu menjaga berat badan saat berdiet. Pasalnya, sebuah studi oleh University of Colorado menunjukkan bahwa olahraga dapat mencegah perlambatan metabolisme, sehingga penambahan berat badan dapat dihindari. Anda bisa melakukan aktivitas apa saja yang Anda suka, seperti menari, jalan kaki, lari, bersepeda, futsal, dan aktivitas lainnya. Lakukan secara bertahap minimal 2-3 jam dalam seminggu.

8. Minum banyak air

Jangan lupa minum banyak air putih saat berdiet minimal 8 gelas sehari atau makan sesuai kebutuhan. Pasalnya sebuah penelitian menemukan bahwa air minum bisa membantu Anda menurunkan sekitar 2 kilogram dalam 12 minggu. Studi lain juga menunjukkan bahwa dalam jangka panjang, minum air putih bisa mencegah kenaikan berat badan minimal 1,45 kg dalam waktu 4 tahun.

Berdiet memang tidak mudah, karena membutuhkan komitmen yang kuat agar diet dapat berhasil. Oleh karena itu, jika Anda memiliki pertanyaan lain tentang diet, sebaiknya mencari dokter terpercaya untuk dapat melakukan konsultasi seputar diet aman dan sehat yang cocok dengan anda.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *