Apa Itu E-Commerce

E-commerce merupakan istilah yang saat ini sering kita dengar. E-commerce bahkan menjadi salah satu industri dengan potensi bisnis yang tinggi di seluruh dunia. Banyak perusahaan yang semula bergerak di lini offline mulai merambah ke digital dan menerapkan e-commerce.

Sebenarnya apa itu e-commerce dan apa saja yang perlu kita pahami darinya ? Berikut ini saya mencoba mengajak para pembaca untuk memahami e-commerce secara lebih mendasar.

Macam Macam Pengertian E-Commerce

E-commerce merupakan akronim dari electronic commerce. Secara harafiah, e-commerce diartikan sebagai perdagangan elektronik. Sederhananya, kita akan memahami e-commerce sebagai proses transaksi jual beli barang dan jasa dengan media elektronik (dalam hal ini peran utamanya adalah internet).
Untuk lebih memahaminya, saya menjabarkan beberapa pengertian e-commerce dari berbagai sumber yang memberikan gambaran secara lebih spesifik apa itu e-commerce.
  1. Perdagangan barang dan jasa menggunakan jaringan komputer yang terkoneksi melalui internet.
  2. Berbagai kegiatan bisnis online untuk produk dan jasa.
  3. Segala bentuk transaksi bisnis dengan pihak pelaku berinteraksi secara elektronik alih-alih pertukaran/kontak fisik secara langsung.
  4. Transaksi bisnis yang mencakup perpindahan hak kepemilikan barang/jasa melalui jaringan yang dihubungkan melalui komputer.
  5. Penggunaan komunikasi elektronik dan teknologi pemrosesan informasi digital dalam transaksi bisnis untuk membuat, mentransformasikan, mendefinisikan kembali hubungan nilai dan organisasi, serta hubungan organisasi dan individu.

Aktifitas E-Commerce

Tidak semua aktivitas yang dilakukan di dunia maya termasuk dalam kategori e-commerce. Beberapa aktivitas berikut adalah contoh proses yang biasa berlangsung dalam dunia e-commerce.
  • Mobile commerce
  • Transfer dana elektronik (pembayaran elektronik atas pembelian barang/jasa)
  • Menjangkau konsumen dan target potensial melalui email (misalnya newsletter)
  • Internet marketing
  • Proses transaksi online
  • Pertukaran data elektronik untuk kebutuhan transaksi bisnis
  • Sistem manajemen inventaris
  • Sistem pengumpulan data otomatis (misalnya demografi) melalui website dan jejaring sosial
  • Transaksi jual beli di online marketplace
  • Mengembangkan toko online dalam website melalui katalog online, dan keranjang belanja

Jenis Jenis E-Commerce

E-commerce secara umum terbagi dalam beberapa jenis berdasarkan lingkup transaksinya, yaitu:
  1. Business-to-business (B2B) : transaksi terjadi antar perusahaan
  2. Business-to-consumer (B2C) : transaksi terjadi antara perusahaan dengan konsumen
  3. Business-to-government (B2G) : transaksi terjadi antara perusahaan dengan sektor publik/instansi pemerintahan
  4. Consumer-to-consumer (C2C) : transaksi terjadi antara individu
  5. Mobile commerce (m-commerce) : transaksi menggunakan media mobile (ponsel).

E-Commerce Dengan Pengguna Terbanyak Di Indonesia

Tokopedia

Tokopedia merupakan perusahaan perdagangan elektronik atau sering disebut e-commerce. Sejak didirikan pada tahun 2009, Tokopedia telah bertransformasi menjadi sebuah startup unicorn yang berpengaruh tidak hanya di Indonesia tetapi juga di Asia Tenggara. Hingga saat ini, Tokopedia termasuk marketplace atau e-commerce yang paling banyak dikunjungi oleh masyarakat Indonesia.

Bukalapak

Bukalapak adalah e-commerce unicorn dan salah satu perusahaan e-commerce terbesar di Indonesia. Bukapak didirikan oleh Achmad Zaky, Nugroho Herucahyono dan Fajrin Rasyid pada 2010, Bukalapak awalnya dimulai sebagai pasar online untuk memungkinkan perusahaan kecil menengah untuk dapat memasarkan produknya secara online. Pada 2019, perusahaan ini memiliki lebih dari 4,5 juta penjual UKM, 70 juta pengguna aktif bulanan, 1,9 juta mitra warung, dan rata-rata dua juta transaksi per hari.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *