Membedakan Bronkitis Dan TBC Dengan Gejala Yang Sama

Tuberkulosis (sering disebut sebagai TBC) dan bronchitis adalah dua masalah kesehatan yang menyerang paru-paru. Keduanya merupakan masalah kesehatan yang serius dan anda perlu mewaspadai masalah tersebut karena dapat menyebabkan komplikasi yang serius dan mengancam nyawa.

Sayangnya, masih banyak orang yang belum mengetahui bahwa bronkitis dan tuberkulosis adalah dua penyakit pernapasan yang berbeda. Padahal, keduanya memiliki gejala yang mirip, sehingga sulit untuk mendapatkan diagnosis yang akurat tanpa pemeriksaan lebih lanjut.

Perbedaan Bronkitis dan Tuberkulosis

Oleh karena itu, untuk memberi anda pemahaman yang lebih baik tentang lokasi perbedaan antara penyakit paru-paru bronkitis dan tuberkulosis, berikut penjelasannya.

• Bronkitis

Penyakit paru-paru ini terjadi karena adanya peradangan bronkial. Bronkus sendiri merupakan saluran utama dari sistem pernafasan, bertanggung jawab untuk membawa udara masuk atau keluar dari paru-paru. Batuk yang berlangsung lebih dari seminggu tanpa membaik merupakan gejala utama bronkitis.

Bronkitis dibedakan menjadi dua jenis, yaitu bronkitis akut dan kronis. Bronkitis akut biasanya menyerang anak di bawah usia 5 tahun, tetapi kondisi ini hilang dengan sendirinya dalam waktu 7 hingga 10 hari. Meski begitu, batuknya akan bertahan lebih lama.

Berbeda dengan bronkitis kronis, yang terakhir lebih sering terjadi pada orang dewasa berusia 40 tahun. Gangguan kesehatan tersebut dapat berlangsung hingga 2 bulan dan termasuk dalam penyakit paru obstruktif kronik atau PPOK.

Bronkitis terjadi karena orang dengan sistem kekebalan yang lemah lebih mungkin untuk mengembangkan infeksi virus. Inilah mengapa anak-anak termasuk dalam kelompok risiko tinggi terkena bronkitis.

Tak hanya itu, orang yang belum divaksinasi influenza atau pneumonia juga mudah terserang penyakit bronkitis. Sering terpapar zat berbahaya juga berisiko.

Batuk adalah gejala bronkitis yang paling khas, biasanya sakit tenggorokan dan sesak napas. Jika bronkitis parah, batuk bisa menyebabkan nyeri dada dan kehilangan kesadaran.

• Tuberkulosis

Pada saat yang sama, tuberkulosis adalah infeksi yang sangat serius. Nah, selain penyakit kanker dan jantung di Indonesia, penyakit kesehatan ini juga menjadi penyebab angka kematian tertinggi. Tuberkulosis sendiri terjadi karena infeksi oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis.

Sayangnya, bakteri penyebab gangguan kesehatan tersebut tidak hanya menyerang paru-paru, tapi juga kelenjar, usus bahkan tulang. Seperti halnya bronkitis, tuberkulosis dapat dengan mudah menyerang orang yang sistem kekebalannya lemah, dalam hal ini penderita HIV / AIDS. Namun, penyakit ini menyebar dengan cepat melalui air liur.

Batuk juga merupakan salah satu gejala tuberkulosis. Namun, berbeda dengan bronkitis, batuk akibat tuberkulosis akan berlangsung lebih lama, biasanya hingga 3 minggu. Selain itu, batuk biasanya disertai pendarahan dahak.

Selain batuk, gejala tuberkulosis lainnya antara lain lemas, demam, nyeri dada, kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan, dan keringat malam. Anda dapat mencegah tuberkulosis dengan memvaksinasi bayi di bawah usia dua bulan. Selain itu, disarankan untuk tidak bersentuhan langsung dengan pasien dan selalu memakai masker saat berinteraksi dengan orang lain di keramaian.

Karena gejalanya serupa, jika ternyata gejala batuk anda belum juga hilang, sangat disarankan perlu dilakukan pemeriksaan secara detail.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *