Pengertian Biooptik Dan Penjelasannya

Banyak orang awam yang tidak mengetahui bagaimana bisa mata melihat benda-benda yang ada disekitar kita, bahkan benda yang berukuran kecil sekalipun. Sampai abad ke-4 sebelum masehi orang masih berpendapat bahwa benda-benda disekitar kita dapat dilihat oleh mata karena  mengeluarkan sinar-sinar penglihatan. Anggapan ini di dukung oleh Plato (429-348 SM).

Namun, jika mata dapat melihat karena mengeluarkan sinar-sinar penglihatan tentu saja kita semua bisa melihat dengan jelas pada malam hari atau pada ruang yang gelap. Tapi pada kenyataannya kita tidak dapat melihat benda-benda di ruang yang gelap (Aristoteles 384-322 SM) dan Aristoteles tidak dapat memberi penjelasan mengapa mata kita mampu melihat benda.

Teori yang terakhir yang dapat diterima pada abad ke XX yaitu teori yang diungkapkan oleh Alhazan (965-1038 SM) yang berpendapat bahwa benda di sekitar kita dapat terlihat karena benda-benda tersebut memantulkan cahaya atau memancarkan cahaya yang masuk ke dalam mata.

Untuk itu kami merasa tertarik untuk mengetahui lebih dalam lagi mengenai biooptik yang artinya susunan atas kata bio dan optik. Bio berkaitan mahluk hidup atau zat hidup atau bagian dari mahluk hidup, sedangkan optik dikenal sebagai ilmu fisika yang berkaitan dengan cahaya atau berkas sinar.

Pengertian Biooptik


Biooptik merupakan susunan atas kata bio dan optik. Bio berkaitan dengan makhluk hidup atau zat hidup atau bagian tertentu dari makhluk hidup, sedangkan optik dikenal sebagai bagian ilmu fisika yang berkaitan dengan cahaya atau sinar.

Apa Itu Optika Geometri Dan Optika Fisik


Optika geometri disebut juga dengan optik sinar yang merupakan sinar suatu perambatan cahaya tegak lurus dengan gelombang cahaya. Optika geometri juga menjelaskan sifat cahaya dengan pendekatan paraksial atau hampiran sudut kecil dengan penjabaran yang linear, sehingga komponen ini dan sistem kerja cahayanya seperti ukuran, posisi, pembesaran subjek lebih sederhana.

Optika fisik adalah studi cahaya yang mempelajari sifat cahaya yang tidak terdefinisikan oleh optik geometris dengan pendekatan sinarnya. Definisi sifat cahaya dilakukan dengan pendekatan frekuensi tinggi. Optika fisik mampu menjelaskan gejala cahaya seperti dispersi (penyebaran cahaya), interferensi (penyebaran gelombang), dan polarisasi (getaran cahaya) yang tidak dapat dijelaskan oleh optika geometri.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *