Dermatitis Seboroik, Mirip seperti Ketombe Yang Membandel

Apa Itu Dermatitis Seboroik

Rambut gatal pasti akan membuat anda tidak nyaman. Apalagi jika ditemukan serpihan putih di pundak. Kepercayaan diri pasti akan menurun. Tapi bagaimana jika puing-puing berkerak yang mengendap di bahu ? Bukan ketombe, mungkin anda mengalami gangguan kesehatan yang disebut Dermatitis Seboroik

Banyak orang tidak tahu bahwa ketombe dan dermatitis adalah dua penyakit yang berbeda, meski gejalanya mirip. Dermatitis juga dimulai dengan sisik yang jatuh dari kulit kepala. Oleh karena itu, ketombe disebut sebagai dermatitis paling ringan. Dan jamur Malassezia pada kulit kepala juga menyebabkan ketombe dan dermatitis.

Namun perbedaan antara ketombe dan dermatitis sangat besar, yaitu tingkat keparahan dan lokasinya. Ketombe biasanya hanya menyerang kulit kepala. Pada saat yang sama, dermatitis seboroik terjadi pada bagian tubuh yang rentan terhadap minyak, seperti punggung, belakang telinga, dada bagian atas dan wajah, terutama alis.

Ciri lain dari gangguan kesehatan ini adalah warna kulit berubah menjadi kemerahan, terasa panas, kering dan kasar. Perubahan warna kulit juga bisa menjadi putih kekuningan, diikuti dengan tampilan berminyak.

Dermatitis Seboroik Bisa Menjangkit Siapa Saja

Dermatitis seboroik bisa terjadi pada siapa saja, baik itu anak-anak, remaja, dewasa, maupun lanjut usia pria dan wanita. Orang dengan sistem kekebalan yang lemah, Lemah jantung, stres, depresi dan infeksi HIV berisiko lebih tinggi. Gejala yang dapat diamati adalah rambut rontok, kulit kemerahan dan bersisik disertai rasa gatal, munculnya kerusakan kulit dan kulit menjadi lebih berminyak. Penyakit ini lebih sering terjadi pada kepala, alis, bulu mata dan salah satu sisi hidung.

Selain ketombe, ada penyakit kulit lain yang gejalanya mirip dengan dermatitis. Oleh karena itu, agar tidak salah diagnosa, biasanya dokter melakukan pemeriksaan fisik, biopsi dan pemeriksaan sel kulit yang mengelupas. Beberapa masalah kesehatan kulit lain dengan gejala serupa adalah psoriasis, eksim, dan rosacea.

Pengobatan Dermatiti Seboroik

Tentu saja, perawatan untuk ketombe dan dermatitis seboroik berbeda. Untuk menghilangkan ketombe yang mengganggu, anda perlu sering-sering mencuci rambut dengan sampo anti ketombe yang mengandung zinc, selenium, asam salisilat atau sulfur. Selain itu, dokter akan menyarankan anda untuk berhenti menggunakan gel rambut, semprotan, atau produk perawatan rambut lainnya.

Namun, tergantung lokasi dan tingkat keparahannya, sampo khusus yang mengandung ketokonazol, losion, atau krim dapat digunakan untuk mengobati dermatitis. Gel atau krim yang digunakan harus mengandung metronidazole untuk membunuh bakteri. Bahan lainnya adalah fluocinolone atau hydrocortisone untuk mengurangi nyeri atau peradangan.

Untuk mencegah dermatitis seboroik semakin parah, sebaiknya jangan menggaruk bagian tubuh yang terinfeksi penyakit ini. Bersihkan rambut secara rutin untuk mengurangi risiko ketombe, terutama saat anda sering beraktivitas di luar ruangan. Jika penyakit ini terjadi pada kelopak mata, gunakan sampo bayi dan kompres dengan air hangat.

Jika gejala anda belum mereda meskipun anda telah mengobati sendiri, coba tanyakan kepada dokter ahli untuk tindakan lebih lanjut. Dokter anda mungkin meresepkan krim atau sampo yang mengandung ketoconazole.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *