6 Makanan Yang Dipercaya Bisa Menurunkan Asam Urat

Penyakit asam urat atau yang biasa dikenal dengan Gout adalah penyakit yang disebabkan oleh metabolisme purin yang tidak normal. Seperti namanya, asam urat ditandai dengan peningkatan kadar asam urat dalam darah. Dalam hal ini, endapan kristal atau asam urat biasanya terbentuk pada persendian, yang dapat menyebabkan terjadinya peradangan pada persendian terutama pada jari-jari tangan, pergelangan kaki, tangan dan lutut.

Gout adalah salah satu jenis artritis yang terjadi karena tingginya kadar asam urat dalam darah. Akibatnya, kristal menumpuk di sekitar persendian sehingga menimbulkan rasa sakit. Mengonsumsi makanan berupa makanan yang menurunkan asam urat dapat membantu meringankan rasa tidak nyaman yang disebabkan oleh penyakit Gout.

Makanan apakah itu? 

Ada beberapa jenis makanan yang bisa dikonsumsi sebagai makanan penurun asam urat. Makanan tersebut adalah :

1. Buah Ceri 

Menurut beberapa penelitian, buah ceri sangat efektif dalam meredakan dan mencegah serangan asam urat. Dianjurkan untuk mengonsumsi tiga porsi buah ini setidaknya selama dua hari berturut-turut. Selain buah segar (ceri merah dan hitam), penderita asam urat juga bisa mengonsumsi jus dan ekstrak yang dihasilkan dari buah ceri.

2. Jahe 

Jahe merupakan ramuan yang biasa digunakan untuk mengobati berbagai radang. Diyakini pula bahwa bumbu dapur ini dapat membantu mengatasi serangan asam urat. Kamu bisa menggunakan jahe secara topikal. Misalnya dengan kompres air jahe selama 15 hingga 30 menit pada bagian tubuh yang mengalami gejala asam urat untuk menghilangkan rasa nyeri. Sedangkan Jahe yang dikonsumsi dipercaya dapat membantu menurunkan kadar asam urat dalam darah penderita hiperurisemia. Dianjurkan agar pasien meminum tiga gelas air jahe sehari untuk mengurangi kandungan zat ini di dalam tubuh.

3. Apel 

Banyak orang mengira apel adalah makanan penurun asam urat. Ini mungkin karena apel mengandung Malic Acid, yang bisa menurunkan kadar asam urat. Memang, tidak banyak penelitian yang dapat mendukung klimaks ini. Namun seperti kata pepatah, mengonsumsi apel dalam sehari tetap baik untuk kesehatan, asalkan tidak dibarengi dengan konsumsi gula yang berlebihan

4. Tomat, Mentimun Dan Brokoli

Makan tomat, mentimun atau brokoli sebelum memulai diet merupakan cara terbaik untuk mencegah penumpukan asam urat tinggi di dalam darah. Alkalinitas ketiga makanan ini dapat membantu tubuh menjaga atau mengontrol kadar asam urat dalam darah

5. Seledri 

Seledri sering digunakan untuk mengobati ketidaknyamanan yang berhubungan dengan saluran kemih. Namun, tumbuhan hijau ini dipercaya juga efektif menurunkan kadar asam urat. Tidak ada anjuran khusus mengenai porsi seledri yang sebaiknya dikonsumsi setiap hari. Karena itu, Kamu bisa mengkonsumsinya dalam jumlah yang cukup. Misalnya dengan mengonsumsi daun seledri mentah, dibuat jus atau dalam bentuk suplemen.

6. Air Putih 

Jika kadar asam urat kamu tinggi, usahakan untuk mengonsumsi lebih banyak air setiap hari. Melansir dari Health Line air putih dapat membantu mengeluarkan racun dari tubuh, termasuk kelebihan asam urat. Karena itu minumlah air putih minimal 8 sampai 9 gelas sehari.

Mengonsumsi makanan penurun asam urat ini tidak bisa dijadikan obat untuk pengobatan asam urat. Namun pola makan seimbang bisa membantu mengurangi risiko kambuhnya asam urat dan memperlambat risiko kerusakan sendi. Oleh karena itu, penderita asam urat biasanya membutuhkan pengobatan asam urat dari dokter meski telah menjalani pola makan yang benar. Obat ini akan meredakan gejala nyeri dan menurunkan kadar asam urat dalam darah. 

Jika Kamu menderita asam urat, penting untuk berkonsultasi dengan dokter dan segera menerima pengobatan, serta melakukan perubahan gaya hidup dan pola makan agar tetap sehat. Langkah ini dilakukan untuk mengatasi gejala dan mencegah risiko asam urat kambuh.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *