Meredakan Sakit Maag Dengan Jahe ? Ini Penjelasannya

Saat maag terjadi, seseorang biasanya mengonsumsi obat tertentu sebagai pertolongan pertama. Padahal, ada beberapa makanan yang bisa membantu meredakan sakit maag, salah satunya jahe. Konon, orang dengan riwayat maag bisa dengan aman mengonsumsi jahe dan jenis makanan lainnya karena tidak mengganggu kondisi lambung.

Di sisi lain, mengonsumsi jahe bisa membantu meredakan gejala maag. Kenapa gitu ? Mengapa jahe cocok untuk penderita Maag ? Jawabannya karena zat yang terkandung di dalam jahe bisa mengurangi risiko sakit maag atau risiko asam lambung naik. Jahe memiliki efek anti inflamasi, atau anti radang sehingga dapat mengatasi masalah pencernaan dan mengobati asam lambung atau maag.

Jahe dan beberapa makanan yang di percaya bisa meredakan Maag

Penderita maag seringkali mengalami nyeri atau sensasi terbakar di bagian perut. Biasanya kondisi ini bisa diatasi dengan obat maag dan perubahan gaya hidup. Namun tahukah Kamu bahwa mengonsumsi jahe juga bisa meredakan gejala maag ? Bukan tanpa alasan, kandungan jahe bisa berperan sebagai anti Peradangan sehingga mengurangi risiko gejala.

Terlepas dari manfaat kesehatannya, jahe harus dikonsumsi dalam jumlah sedang. Jika jahe dikonsumsi berlebihan, konon bisa membuat gejala maag semakin parah. Jahe juga bisa meredakan gejala perut kembung dan asam lambung meningkat yang mengalir ke kerongkongan. Jahe juga kaya akan antioksidan yang baik untuk kesehatan manusia.

Jahe juga mengandung senyawa fenolik yang dapat membantu meredakan iritasi dan mengurangi kontraksi lambung. Artinya, mengonsumsi jahe bisa membantu mengurangi kemungkinan naiknya asam lambung ke kerongkongan. Sifat anti-Peradangan jahe menarik para peneliti, terutama pada penyakit asam lambung atau maag.

Selain itu, jahe juga dapat membantu mengurangi rasa mual, mengurangi nyeri otot, dan mengurangi pembengkakan. Gejala-gejala tersebut mungkin menunjukkan tanda-tanda penyakit maag. Meski begitu, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui manfaat jahe bagi penderita maag. Selain jahe, Kamu juga bisa mengonsumsi beberapa makanan lain untuk meredakan maag, di antaranya adalah :

Lidah buaya

lidah buaya mengandung zat antiradang, antimikroba, dan antioksidan. Lidah buaya juga bisa dikonsumsi langsung setelah dimasak dan tersedia pula dalam bentuk suplemen. Akan tetapi, jika ingin mengonsumsi suplemen lidah buaya, Kamu sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Yogurt

Jika dimakan dalam jumlah secukupnya, yogurt ternyata bisa membantu meredakan gejala maag. Ini karena yogurt memberikan efek menenangkan bagi dinding lambung sekaligus membantu mengendalikan rasa tidak nyaman pada perut.

Alhasil, gejala maag yang kerap timbul akibat kenaikan asam lambung pun bisa lebih dikendalikan. Tidak hanya itu, kandungan probiotik alias bakteri baik di dalam yogurt dapat membantu menjaga kesehatan dan kelancaran sistem pencernaan.

Pisang 

Pisang adalah makanan dengan kandungan asam yang rendah sehingga baik untuk orang yang sedang mengalami sakit maag. Teksturnya yang lumat juga membantu membentuk lapisan pelindung pada kerongkongan yang mengalami iritasi.

Berkat kandungan seratnya yang tinggi, pisang juga mampu melancarkan kerja usus dan mencegah sembelit. Dengan begitu, keluhan seperti sakit perut, perut kembung, atau rasa tidak nyaman pada perut dapat berkurang.

Dianjurkan juga agar Anda makan secara teratur dan jangan biarkan perut Anda kosong terlalu lama. Jika sering terlambat makan, produksi asam lambung akan meningkat, dan timbulnya tukak lambung akibat iritasi lambung.

Penderita maag juga disarankan untuk menghindari makanan yang menghasilkan gas, seperti lobak, ubi, brokoli, kol, jamur, dan gorengan, karena dapat menyebabkan perut kembung dan memperparah mulas.

Selain mengonsumsi makanan untuk Maag, atau obat penurun asam lambung seringkali dibutuhkan untuk mengatasi gejala sakit maag.

Oleh karena itu, walaupun Anda sudah mencoba beberapa makanan untuk mengobati penyakit maag, jika maag tetap tidak kunjung sembuh atau tidak kunjung membaik, sebaiknya Anda berkonsultasi ke dokter.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *