Penyebab Rambut Rontok

Rambut rontok biasanya menimbulkan kepanikan dan kekhawatiran bagi sebagian orang. Karena masalah ini akan menurunkan tingkat kepercayaan diri seorang wanita atau pria. Terkadang rambut rontok juga dapat mengindikasikan kondisi atau penyakit tertentu.

Perlu ditekankan bahwa rambut rontok tidak hanya disebabkan oleh faktor genetik. Pasalnya, ada berbagai hal yang bisa menyebabkan kerontokan pada rambut. 

Nah, berikut adalah faktor yang dapat menjadi penyebab kerontokan rambut.

1. Kondisi Medis Atau Penyakit Tertentu

Penyebab rambut rontok dapat disebabkan oleh penyakit atau kondisi medis tertentu. Penyakit yang berkepanjangan atau parah dapat mempengaruhi kesehatan rambut. Misalnya stres atau makan berlebihan. Selain itu, anemia dapat menyebabkan rambut rontok karena berkurangnya kadar zat besi dalam tubuh.

Selain itu, ada beberapa kondisi yang bisa menyebabkan rambut rontok. Misalnya penyakit autoimun, penyakit tiroid, penyakit kulit kepala akibat infeksi, cedera kepala, luka bakar.

2. Wanita Yang Baru Saja Melahirkan

Penyebab kerontokan rambut wanita mungkin juga karena persalinan. Saat hamil, rambut wanita biasanya lebih tebal dan lebih berkilau. Kondisi ini disebabkan oleh lonjakan hormon kehamilan atau estrogen.

Namun begitu selesai melakukan persalinan, kadar estrogen akan berkurang, sehingga membuat rambut memasuki masa telogen. Pada tahap ini, rambut anda akan berkurang setiap hari.

Jangan terburu-buru panik, keadaan ini akan kembali normal dalam beberapa bulan setelah melahirkan. Biasanya dalam enam bulan, rambut akan kembali normal.

3. Pola Makan

Kesehatan rambut tidak hanya dipengaruhi oleh produk kecantikan. Pasalnya, rambut juga perlu menyerap berbagai nutrisi melalui makanan yang kita makan. Dengan kata lain, makanan yang kita makan bisa menentukan kesehatan rambut kita.

Sama seperti otot, tulang, atau organ lainnya, rambut juga membutuhkan nutrisi agar tetap sehat. Sel-sel di folikel rambut membelah lebih cepat dan tumbuh dengan cepat.

Rambut juga membutuhkan keratin untuk menjaga kilau yang sehat. Oleh karena itu, untuk menjaga produksi keratin, mau tidak mau kita harus menerapkan pola makan yang sehat atau bergizi seimbang. Tujuannya agar rambut mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan.

Perhatikan bahwa kekurangan vitamin B, seng, dan zat besi dapat mengganggu siklus pertumbuhan rambut. Faktanya, hal itu dapat menyebabkan folikel rambut memasuki fase “hibernasi” awal, yang selanjutnya dapat menyebabkan kerontokan rambut yang berlebihan.

4. Pil KB

Seperti halnya kehamilan, pil KB dapat menjadi faktor ketidak seimbangan kadar hormon didalam tubuh, sehingga dapat merusak bentuk alami dari siklus pertumbuhan rambut. Masalah hormonal ini juga dapat menyebabkan rambut rontok lebih cepat dari biasanya atau tumbuh dengan intensitas yang lebih rendah.

Hormon yang biasanya bertanggung jawab atas efek ini adalah androgen. Inilah mengapa American Hair Loss Association merekomendasikan wanita yang berisiko mengalami kerontokan rambut untuk menggunakan kontrasepsi androgen rendah.

5. Stress Pikiran 

Kondisi yang membuat anda merasa stres, seperti beban kerja, kehilangan orang yang dicintai, atau mendapatkan diagnosis dokter, hal tersebut dapat memicu kerontokan rambut beberapa minggu setelah kejadian pemicunya.

Kabar baiknya, jika anda dapat menurunkan kadar stress sesegara mungking makan sebagian besar rambut akan kembali tumbuh normal, meski bisa memakan waktu yang tidak sebentar.

6. Sering Manggunakan Topi 

Topi tersebut dapat digunakan untuk melindungi kulit kepala dari sinar matahari. Namun, topi juga bisa dioleskan di area yang sama di kepala anda berulang kali, terutama jika memakainya secara rutin dalma jangka waktu yang lama.

Nah, gesekan inilah yang menarik rambut dan menyebabkan radang pada folikel rambut. Perlu diketahui bahwa peradangan yang berkepanjangan ini dapat menyebabkan kerusakan permanen, dan ujungnya dapat menyebabkan rambut rontok.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *